Global Sport News – Manajer PSM Makassar, Muhammad Nur Fajrin. Mengumumkan bahwa Yuran Fernandes bisa kembali beraktivitas di sepak bola Indonesia pada Liga 1 2025/26. Sebelumnya, Komisi Disiplin (Komdis) PSSI menjatuhkan hukuman larangan beraktivitas selama 12 bulan kepada Yuran.
Namun, PSM Makassar yang merasa tidak setuju dengan keputusan itu, mengajukan banding. Hasilnya, Komisi Banding memutuskan untuk mengurangi hukuman Yuran menjadi hanya 3 bulan, dengan tetap mengharuskan pemain asal Brasil tersebut membayar denda sebesar Rp 25 juta.
Keputusan Banding PSSI dan Tanggal Berlaku Hukuman
Manajer PSM Makassar, Muhammad Nur Fajrin, mengumumkan bahwa Yuran Fernandes bisa kembali beraktivitas di sepak bola Indonesia pada Liga 1 2025/26. Sebelumnya, Komisi Disiplin (Komdis) PSSI menjatuhkan hukuman larangan beraktivitas selama 12 bulan kepada Yuran akibat komentarnya yang mengkritik kepemimpinan wasit dan menyinggung isu korupsi dalam sepak bola nasional.
Namun, PSM Makassar yang merasa keberatan dengan keputusan tersebut langsung mengajukan banding ke Komisi Banding (Komding) PSSI. Setelah melakukan peninjauan, Komisi Banding memutuskan untuk mengurangi hukuman Yuran menjadi hanya 3 bulan. Meski begitu, mereka tetap menjatuhkan sanksi denda sebesar Rp 25 juta kepada pemain asal Brasil itu. Fajrin menyambut baik keputusan ini karena memberi kesempatan kepada Yuran untuk kembali lebih cepat dan fokus mempersiapkan diri menghadapi musim baru bersama PSM. Ia juga berharap keputusan ini menjadi pelajaran berharga bagi semua pihak dalam menyampaikan kritik secara konstruktif.
Harapan PSM Makassar dan Yuran Fernandes
PSM Makassar berharap pengurangan hukuman Yuran Fernandes memungkinkan pemain ini kembali memberikan kontribusi positif untuk tim pada kompetisi Liga 1 2025/26. Klub menilai Yuran sebagai salah satu pilar penting di lini belakang dan percaya kehadirannya akan memperkuat skuad menjelang musim baru. Pihak klub juga menyatakan dukungannya kepada Yuran, baik secara moral maupun profesional. Dan menilai keputusan PSSI sebagai langkah adil yang mempertimbangkan konteks serta situasi yang terjadi di lapangan.
Sementara itu, PSM berharap Yuran Fernandes bisa segera kembali berlatih bersama tim setelah masa hukumannya berakhir pada 9 Agustus 2024. Manajemen berharap sang pemain tetap menjaga kondisi fisiknya selama masa larangan agar bisa langsung bergabung dalam persiapan tim. PSM juga melihat ini sebagai momentum untuk membangun kembali semangat dan kekompakan tim demi target yang lebih tinggi di Liga 1 musim depan. Dukungan dari rekan setim dan suporter diharapkan mampu memotivasi Yuran untuk kembali tampil maksimal dan memberikan yang terbaik bagi klub.
Simak Berita menarik Lain



