Global Sport News – Menjelang Kualifikasi Piala Asia U-23 2025, muncul kabar mengejutkan bahwa Shin Tae-yong akan kembali ke Indonesia. Namun kali ini bukan sebagai pelatih Timnas Garuda, melainkan sebagai manajer Timnas U-23 Korea Selatan. Kehadiran Shin diyakini bakal membawa atmosfer emosional, mengingat sejarah panjangnya bersama sepak bola Indonesia sejak 2020.
Indonesia Dijadwalkan Hadapi Korea Selatan di Sidoarjo
Pelatih Gerald Vanenburg akan memimpin Timnas U-23 Indonesia yang menjadi tuan rumah seluruh laga Kualifikasi Piala Asia U-23 di Stadion Gelora Delta Sidoarjo pada 3 hingga 9 September 2025. Indonesia akan menghadapi Korea Selatan pada 9 September dalam laga terakhir grup, yang diprediksi akan menentukan kelolosan ke putaran final Piala Asia U-23 2026 di Qatar.
Sumardji: “Kami Tertantang untuk Kalahkan Shin Tae-yong”
Ketua Badan Tim Nasional (BTN), Sumardji, menyambut kabar kembalinya Shin Tae-yong dengan sikap positif. Ia menyatakan bahwa jika benar Shin hadir sebagai manajer Korea Selatan, maka itu justru menjadi motivasi tambahan bagi skuad Garuda Muda.
“Kita akan tunjukkan yang terbaik, ini buat negara, harga diri. Kita akan fight, kalau bisa kalahkan. tertantang,” kata Sumardji kepada kumparan, Jumat (22/8).
Meski pihak Korea Selatan belum memberikan konfirmasi resmi, Sumardji menyatakan kesiapannya menyambut tantangan tersebut. Ia juga menilai pertemuan dengan pelatih sekelas Shin sebagai tolak ukur kekuatan Indonesia menjelang turnamen besar.
Shin Tae-yong Diangkat Jadi Wakil Presiden KFA, Tapi Masih Aktif di Lapangan
Federasi Sepak Bola Korea Selatan (KFA) mengangkat Shin Tae-yong sebagai Wakil Presiden sejak April 2025. Namun, KFA menunjukkan kepercayaan terhadap pengalaman lapangan Shin dengan memintanya turun langsung memimpin Timnas U-23 Korea Selatan sebagai manajer.
Peran sebagai manajer bisa berarti lebih strategis ketimbang teknis, tapi keterlibatannya dalam laga kontra Indonesia akan menambah bumbu emosional di pertandingan tersebut. Tak hanya karena statusnya sebagai eks pelatih Indonesia, tetapi juga karena pengaruhnya dalam membentuk fondasi Timnas Garuda selama empat tahun terakhir.
Pertarungan Harga Diri dan Pembuktian Timnas U-23 Indonesia
Laga melawan Korea Selatan nanti bukan sekadar soal lolos atau tidak ke putaran final, melainkan juga pertarungan harga diri. Tim asuhan Vanenburg ingin membuktikan bahwa mereka bisa berdiri sejajar dengan tim-tim kuat Asia. Di sisi lain, menghadapi mantan pelatih yang telah mengenal karakter pemain Indonesia secara mendalam menjadi tantangan tersendiri.
Dengan menjalani persiapan intensif dan mendapat dukungan penuh dari publik tuan rumah, Timnas U-23 Indonesia siap memberikan perlawanan sengit. Terlebih, tim ini tidak hanya mengejar skor, tetapi juga memanfaatkan kompetisi ini sebagai momentum untuk menunjukkan kemajuan program sepak bola usia muda nasional.
Simak Berita menarik Lain



