Global Sport News – Manchester City berhasil menjuarai Piala FA musim 2025/26 setelah mengalahkan Chelsea dengan skor tipis 1-0. Pertandingan final berlangsung di Stadion Wembley, London, pada Sabtu malam WIB, 16 Mei 2026.
Laga berlangsung ketat sejak menit awal dengan kedua tim mencoba menguasai permainan. Namun, Manchester City tampil lebih dominan dalam penguasaan bola dan mampu menciptakan peluang lebih banyak dibanding Chelsea.
Satu-satunya gol dalam pertandingan ini dicetak Antoine Semenyo pada babak kedua. Gol tersebut memastikan Manchester City membawa pulang trofi Piala FA musim ini.
Kemenangan ini menambah koleksi gelar The Citizens di bawah asuhan Pep Guardiola. Sebelumnya, Manchester City juga sudah mengamankan trofi Piala Liga Inggris pada Maret lalu.
Hasil tersebut membuat Manchester City menjaga peluang meraih treble domestik musim ini. Mereka kini masih bersaing dengan Arsenal dalam perebutan gelar Premier League.
Final di Wembley juga menjadi panggung penting bagi Guardiola untuk kembali mencatat sejarah baru dalam sepak bola Inggris.
Antoine Semenyo Cetak Gol Penentu Kemenangan City
Gol kemenangan Manchester City tercipta pada menit ke-72 melalui Antoine Semenyo. Penyerang tersebut memanfaatkan umpan matang dari Erling Haaland di dalam kotak penalti Chelsea.
Proses gol bermula ketika Haaland mengirim umpan silang datar ke area berbahaya. Semenyo kemudian menyambut bola menggunakan sepakan tumit yang mengecoh lini pertahanan Chelsea.
Penyelesaian tersebut membuat kiper Chelsea gagal mengantisipasi arah bola. Gol itu sekaligus menjadi momen paling menentukan dalam pertandingan final.
Chelsea sebenarnya mencoba merespons setelah tertinggal. Namun, pertahanan Manchester City mampu menjaga keunggulan hingga peluit panjang dibunyikan.
Semenyo tampil cukup efektif sepanjang pertandingan. Selain mencetak gol kemenangan, ia juga beberapa kali merepotkan lini belakang Chelsea lewat pergerakan cepatnya.
Kontribusi Haaland dalam proses gol juga kembali menunjukkan perannya sebagai pemain penting dalam sistem permainan Guardiola. Meski tidak mencetak gol, striker asal Norwegia itu tetap memberi dampak besar di lini depan.
Gol tunggal tersebut akhirnya cukup untuk membawa Manchester City meraih trofi Piala FA musim ini.
Manchester City Tampil Lebih Dominan di Wembley
Secara statistik, Manchester City memang tampil lebih dominan dibanding Chelsea sepanjang pertandingan. Tim asuhan Pep Guardiola menguasai 56 persen penguasaan bola.
Dominasi tersebut membuat City lebih nyaman mengontrol tempo permainan. Mereka juga mampu membangun serangan lebih konsisten dari lini tengah.
Manchester City tercatat melepaskan sembilan tembakan selama laga berlangsung. Dari jumlah itu, empat tembakan mengarah tepat ke gawang Chelsea.
Sementara itu, Chelsea hanya mampu menghasilkan tujuh tembakan. Dari seluruh peluang tersebut, hanya satu yang benar-benar mengarah ke gawang City.
Pertahanan Manchester City tampil cukup disiplin sepanjang laga. Chelsea kesulitan menciptakan peluang bersih meski beberapa kali mencoba menekan melalui serangan balik cepat.
Di lini tengah, City juga terlihat lebih unggul dalam distribusi bola dan penguasaan ruang. Kombinasi pressing dan sirkulasi bola membuat Chelsea sulit mengembangkan permainan terbaik mereka.
Kemenangan ini memperlihatkan konsistensi Manchester City dalam pertandingan besar. Guardiola kembali mampu membawa timnya tampil efektif dalam laga final penting.
Manchester City Dekati Peluang Raih Treble Domestik
Trofi Piala FA menjadi gelar kedua Manchester City pada musim 2025/26. Sebelumnya, mereka lebih dulu memenangkan Piala Liga Inggris pada Maret lalu.
Saat itu, City berhasil mengalahkan Arsenal dalam final untuk mengamankan trofi pertama musim ini. Kini, tambahan gelar Piala FA membuat peluang treble domestik semakin terbuka.
Manchester City masih bersaing dengan Arsenal dalam perebutan gelar Premier League. Jika mampu menyalip The Gunners di klasemen akhir, City akan mencatat pencapaian besar musim ini.
Treble domestik menjadi prestasi langka dalam sepak bola Inggris. Konsistensi performa sepanjang musim menjadi faktor penting untuk mencapainya.
Pep Guardiola kembali menunjukkan kemampuannya menjaga performa tim dalam berbagai kompetisi. Manchester City tetap tampil kompetitif meski menghadapi jadwal padat sepanjang musim.
Kedalaman skuad juga menjadi salah satu kekuatan utama City musim ini. Guardiola mampu melakukan rotasi tanpa banyak menurunkan kualitas permainan tim.
Dengan dua trofi sudah diamankan, Manchester City kini tinggal fokus menyelesaikan persaingan di Premier League.
Pep Guardiola Catat Rekor Baru dalam Sepak Bola Inggris
Keberhasilan menjuarai Piala FA juga membawa Pep Guardiola mencatat sejarah baru. Pelatih asal Spanyol itu menjadi manajer pertama dalam sejarah sepak bola Inggris yang dua kali meraih gelar ganda piala domestik.
Sebelumnya, Guardiola juga mencatat pencapaian serupa pada musim 2018/19. Kala itu, Manchester City memenangkan Piala FA dan Piala Liga Inggris dalam satu musim.
Catatan tersebut semakin memperkuat status Guardiola sebagai salah satu pelatih tersukses era modern. Ia terus menambah koleksi trofi sejak melatih Barcelona, Bayern Munchen, hingga Manchester City.
Trofi Piala FA musim ini juga menjadi gelar ke-8 Manchester City dalam kompetisi tersebut. Klub asal Manchester itu semakin mendekati jajaran tim tersukses dalam sejarah turnamen.
Bagi Guardiola pribadi, gelar ini menjadi trofi ke-41 sepanjang karier kepelatihannya. Jumlah tersebut menunjukkan konsistensi luar biasa dalam menjaga performa tim di level tertinggi.
Kesuksesan Manchester City musim ini kembali memperlihatkan dominasi mereka di sepak bola Inggris dalam beberapa tahun terakhir. Dengan peluang treble domestik masih terbuka, City berpotensi menutup musim dengan pencapaian yang lebih besar lagi.
Simak Berita menarik Lain



