Global Sport News – Pep Guardiola resmi mengumumkan akan meninggalkan Manchester City setelah pertandingan terakhir musim ini melawan Aston Villa di Etihad Stadium pada Minggu, 24 Mei 2026. Keputusan tersebut langsung menjadi sorotan besar di dunia sepak bola internasional.
Kepergian Guardiola menandai berakhirnya salah satu era paling sukses dalam sejarah Manchester City. Selama satu dekade terakhir, pelatih asal Spanyol itu berhasil mengubah City menjadi kekuatan dominan di sepak bola Inggris dan Eropa.
Dalam kurun waktu 10 tahun, Guardiola mempersembahkan total 17 trofi mayor untuk klub. Pencapaian tersebut termasuk enam gelar Premier League yang memperkuat status Manchester City sebagai salah satu klub terbaik era modern.
Pengumuman ini datang di tengah situasi emosional bagi para pendukung City. Banyak fans menganggap Guardiola sebagai figur paling penting dalam sejarah modern klub.
Keputusan mundur tersebut sekaligus menutup perjalanan panjang yang telah mengubah wajah klub secara total sejak kedatangannya pada 2016.
Guardiola Sebut Waktunya di Manchester Sudah Selesai
Ia menyebut keputusan tersebut muncul dari kesadaran pribadi bahwa waktunya bersama klub telah berakhir. Pelatih berusia 55 tahun itu mengatakan tidak ada hal yang abadi dalam dunia sepak bola. Meski begitu, ia memastikan hubungan emosionalnya dengan klub dan para pendukung akan tetap bertahan selamanya.
Guardiola juga menyampaikan rasa terima kasih kepada seluruh elemen klub selama perjalanan kariernya di Manchester. Pernyataan tersebut langsung mendapat respons emosional dari para penggemar di media sosial. Selama berada di Etihad Stadium, Guardiola memang berhasil membangun hubungan kuat dengan fans.
Selain trofi, Guardiola juga meninggalkan pengaruh besar terhadap budaya permainan klub. Kepergiannya kini menjadi akhir dari salah satu periode paling stabil dan sukses dalam sejarah Premier League modern.
Manchester City Gagal Pertahankan Gelar Premier League
Kegagalan tersebut menjadi akhir dari dominasi panjang Manchester City di kompetisi domestik. Dalam beberapa musim terakhir, City hampir selalu menjadi tim utama dalam perebutan gelar liga Inggris.
Meski gagal juara musim ini, kontribusi Guardiola terhadap perkembangan Manchester City tetap dianggap luar biasa. Klub berhasil mempertahankan status elite Eropa selama bertahun-tahun di bawah arahannya. Situasi kehilangan gelar hanya mempercepat momentum pengumuman tersebut.
Musim terakhir Guardiola juga tetap diwarnai persaingan ketat di papan atas Premier League. Manchester City masih mampu tampil kompetitif hingga fase akhir kompetisi. Guardiola sendiri sebelumnya beberapa kali mengisyaratkan perlunya regenerasi dalam tim.
Kini, Manchester City harus bersiap memasuki era baru tanpa sosok yang selama ini menjadi pusat proyek sepak bola mereka.
Enzo Maresca Muncul Sebagai Kandidat Pengganti
Setelah pengumuman kepergian Guardiola, manajemen Manchester City dikabarkan langsung bergerak mencari sosok pengganti. Salah satu nama yang paling sering disebut adalah Enzo Maresca. Maresca sebelumnya pernah bekerja di bawah Guardiola sebagai bagian dari staf kepelatihan Manchester City.
Selain itu, Maresca juga sempat menangani Chelsea dan mulai dikenal sebagai pelatih muda dengan pendekatan taktik modern. Kedekatannya dengan Guardiola menjadi nilai tambah besar dalam proses pencarian pelatih baru. Banyak pengamat menilai Manchester City kemungkinan akan memilih sosok yang mampu mempertahankan identitas permainan tim. Meski begitu, hingga kini klub belum memberikan pengumuman resmi mengenai pengganti Guardiola.
Guardiola Tinggalkan Warisan Besar di Manchester City
Enam gelar Premier League, berbagai trofi domestik, dan dominasi permainan membuat Guardiola menjadi salah satu pelatih paling sukses dalam sejarah sepak bola Inggris. Banyak pihak bahkan menempatkannya di jajaran manajer terbaik sepanjang masa.
Di bawah arahannya, Manchester City berkembang menjadi simbol sepak bola modern dengan gaya permainan atraktif dan dominan. Pengaruhnya terasa tidak hanya di klub, tetapi juga terhadap perkembangan taktik sepak bola Inggris secara keseluruhan.
Kepergian Guardiola sekaligus menjadi penanda berakhirnya era emas Manchester City. Klub kini menghadapi tantangan besar untuk mempertahankan standar tinggi tanpa sosok yang selama ini menjadi fondasi utama kesuksesan mereka.
Bagi para pendukung City, pertandingan terakhir Guardiola di Etihad Stadium dipastikan akan menjadi momen emosional. Banyak fans ingin memberikan penghormatan terakhir kepada pelatih yang telah mengubah sejarah klub mereka.
Meski perjalanan Guardiola bersama Manchester City resmi berakhir, pengaruh dan kenangannya hampir pasti akan tetap hidup lama di hati para pendukung The Citizens.
Simak Berita menarik Lain



