Global Sport News – FIFA menjadwalkan penyelenggaraan World Cup 2026 di tiga negara, yaitu United States, Mexico, dan Canada. Namun, situasi keamanan di Meksiko menjadi sorotan setelah kerusuhan terjadi di Puerto Vallarta. Kericuhan tersebut muncul setelah gembong narkoba Meksiko Nemesio Oseguera Cervantes, yang dikenal dengan nama El Mencho, tewas. Aparat keamanan melaporkan bahwa mereka menewaskan tokoh kartel tersebut dalam operasi militer. Kematian pemimpin kartel itu kemudian memicu reaksi dari kelompok bersenjata yang mendukungnya. Kondisi tersebut menimbulkan kekhawatiran mengenai stabilitas keamanan di negara yang menjadi salah satu tuan rumah Piala Dunia 2026.
Aksi Balasan Kelompok Bersenjata Picu Kerusuhan
Setelah kematian El Mencho pada 22 Februari 2026, kelompok bersenjata yang diduga terkait dengan kartel narkoba melancarkan aksi balasan. Mereka membakar sejumlah bangunan dan kendaraan di kota Puerto Vallarta. Kerusuhan tersebut membuat situasi keamanan di wilayah itu menjadi tidak stabil. Laporan awal menyebutkan bahwa aksi pembakaran tersebut merusak sejumlah fasilitas publik. Selain itu, pihak berwenang meminta warga setempat untuk tetap berada di rumah demi keselamatan. Pemerintah daerah juga menghentikan sementara aktivitas transportasi dan kegiatan sekolah. Pemerintah mengambil kebijakan tersebut untuk menghindari risiko yang lebih besar bagi masyarakat.
Korban Jiwa Juga Dilaporkan dari Aparat Keamanan
Selain kerusuhan yang terjadi di beberapa wilayah, insiden tersebut juga menimbulkan korban jiwa. Dalam operasi militer yang berkaitan dengan kematian El Mencho, sejumlah anggota aparat keamanan turut menjadi korban. Laporan menyebutkan bahwa kelompok bersenjata menewaskan sekitar 25 anggota Garda Nasional Meksiko dalam aksi balasan mereka. Insiden ini memperlihatkan eskalasi kekerasan setelah kematian pemimpin kartel tersebut. Konflik antara aparat keamanan dan jaringan kartel narkoba memang telah lama menjadi masalah besar di Meksiko.
FIFA Tetap Percaya pada Kesiapan Meksiko
Di tengah situasi tersebut, pihak FIFA menyatakan masih memiliki kepercayaan terhadap Meksiko sebagai tuan rumah Piala Dunia. Presiden FIFA menyatakan bahwa organisasi tersebut terus memantau perkembangan situasi keamanan di negara tersebut. Namun hingga saat ini belum ada indikasi bahwa Meksiko akan dicoret dari daftar tuan rumah. FIFA juga menyatakan memiliki komunikasi rutin dengan pemerintah Meksiko mengenai kondisi keamanan. Pernyataan tersebut juga menyebutkan kepercayaan kepada Presiden Meksiko Claudia Sheinbaum. FIFA menilai pemerintah Meksiko mampu menangani situasi keamanan dengan baik menjelang penyelenggaraan turnamen besar tersebut.
Tiga Stadion Meksiko Tetap Masuk Rencana Turnamen
Panitia memilih tiga stadion untuk menggelar pertandingan turnamen tersebut, yaitu Estadio Banorte di Mexico City, Estadio BBVA di Monterrey, serta Estadio Akron di Guadalajara. Selain itu, pihak penyelenggara juga menjadwalkan peresmian kembali stadion legendaris Estadio Azteca setelah menyelesaikan proses renovasi. FIFA menyatakan bahwa mereka akan menggelar sejumlah pertandingan penting, termasuk play-off kualifikasi, di Meksiko. Meski terjadi ketegangan keamanan di beberapa wilayah, hingga kini panitia tetap menjalankan rencana penyelenggaraan Piala Dunia di Meksiko sesuai jadwal.
Simak Berita menarik Lain



