Global Sport News – Ketua Umum PP Pelti, Nurdin Halid, menaruh harapan besar kepada Janice Tjen untuk bisa menembus jajaran 30 besar dunia. Target tersebut dinilai krusial karena hanya petenis tunggal dengan peringkat 30 besar dunia yang berhak lolos otomatis ke Olimpiade Los Angeles 2028. Harapan ini sekaligus menjadi upaya mengakhiri penantian panjang Indonesia untuk kembali menempatkan wakil di cabang olahraga tenis pada ajang Olimpiade.
Penantian Panjang Tenis Indonesia di Olimpiade
Terakhir kali Indonesia mengirimkan petenis ke Olimpiade terjadi pada 2004 di Athena, Yunani. Saat itu, Angelique Widjaja dan Wynne Prakusya menjadi wakil Merah Putih di nomor tenis. Setelah Olimpiade tersebut, tak ada lagi petenis Indonesia yang mampu menembus kualifikasi Olimpiade. Kondisi ini membuat capaian Janice Tjen dalam beberapa tahun terakhir menjadi sorotan penting. PP Pelti menilai momentum kebangkitan tenis Indonesia mulai terlihat melalui prestasi atlet-atlet mudanya di level internasional.
Lonjakan Peringkat Janice Tjen Jadi Sorotan
Nurdin Halid mengungkapkan kekagumannya terhadap perkembangan pesat Janice Tjen di ranking dunia. Ia menyebut lonjakan peringkat Janice sebagai bukti nyata bahwa petenis Indonesia mampu bersaing di level global. Menurut Nurdin, pada awal tahun lalu hingga Januari, peringkat Janice masih berada di kisaran 400 dunia. Namun, dalam waktu relatif singkat, Janice berhasil melonjak hingga peringkat 53 dunia. Capaian ini dinilai sebagai prestasi luar biasa yang jarang terjadi tanpa kerja keras dan konsistensi tinggi.
Target Ranking 30 Dunia Menuju Olimpiade 2028
PP Pelti kini menetapkan target yang lebih ambisius untuk Janice Tjen. Nurdin Halid menegaskan bahwa federasi menargetkan Janice bisa menembus peringkat 30 dunia pada tahun 2026. Target tersebut dipandang realistis jika Janice terus meningkatkan kualitas permainan dan memperbanyak jam terbang internasional.
Dengan peringkat tersebut, Janice diharapkan bisa tampil di Asian Games 2027 sekaligus mengamankan tiket otomatis ke Olimpiade 2028 Los Angeles. Nurdin menegaskan bahwa syarat utama lolos Olimpiade untuk nomor tunggal adalah berada di rentang peringkat 1 hingga 30 dunia.
Fokus Perbanyak Turnamen dan Pengembangan Diri
Untuk mewujudkan target tersebut, PP Pelti mendorong para atlet, termasuk Janice Tjen, Aldila Sutjiadi, dan Christopher Rungkat, agar terus mengasah kemampuan melalui partisipasi di berbagai turnamen internasional. Nurdin mengaku telah berbicara langsung dari hati ke hati dengan para atlet mengenai pentingnya konsistensi dan keberanian bersaing di luar negeri. Menurutnya, semakin sering atlet tampil di turnamen internasional, semakin besar peluang untuk meningkatkan peringkat dan pengalaman bertanding di level tertinggi.
Dukungan Penuh Pelti di Australian Open 2026
Dalam waktu dekat, Janice Tjen dan Aldila Sutjiadi akan tampil di Australian Open pada Januari hingga Februari 2026. PP Pelti memastikan dukungan penuh bagi keduanya dalam turnamen Grand Slam tersebut.
Nurdin Halid menyatakan bahwa Pelti akan menanggung seluruh kebutuhan utama atlet, mulai dari transportasi hingga akomodasi. Ia bahkan berencana ikut mengawal langsung perjuangan para atlet di Australia. Dukungan ini diharapkan mampu memberikan rasa aman dan fokus penuh bagi atlet dalam mengejar prestasi. Dengan pembinaan berkelanjutan dan dukungan maksimal, PP Pelti optimistis mimpi melihat petenis Indonesia kembali tampil di Olimpiade bukan sekadar angan, melainkan target yang bisa diwujudkan.
Simak Berita menarik Lain



