Global Sport News – Aksi pelemparan flare oleh suporter Inter Milan menuai kecaman luas. Insiden terjadi saat Cremonese menghadapi Inter pada pekan ke-23 Liga Italia 2025/26. Pertandingan berlangsung di Stadio Giovanni Zini, Senin dini hari WIB. Insiden terjadi pada menit ke-49 pertandingan. Emil Audero menjadi korban akibat aksi tersebut. Kiper Cremonese itu terkena dampak langsung dan membutuhkan perawatan medis. Pertandingan sempat terhenti beberapa menit.
Flare Dilempar dari Tribun Suporter Tandang
Setelah insiden terjadi, sejumlah pemain Inter langsung mendatangi tribun untuk menenangkan situasi dan meminta para suporter menghentikan tindakan berbahaya. Aksi tersebut sempat mencoreng jalannya pertandingan dan memaksa wasit menghentikan laga sementara. Aparat keamanan kemudian segera memperketat pengamanan di sekitar area tribun guna mencegah insiden lanjutan. Setelah mendapat perawatan medis, Emil Audero kembali ke lapangan dan melanjutkan permainan. Insiden ini menegaskan pentingnya respons cepat dari pemain, ofisial, dan aparat keamanan dalam menjaga keselamatan seluruh pihak di dalam stadion.
Presiden Inter Giuseppe Marotta Kutuk Aksi Tersebut
Presiden Inter, Giuseppe Marotta, mengutuk keras tindakan tersebut dan menyebutnya sebagai perilaku anti-sportivitas yang tidak dapat ditoleransi. Ia menegaskan bahwa sepanjang pengalamannya di dunia sepak bola, ia belum pernah menghadapi insiden serupa. Marotta menyampaikan bahwa pihak berwenang saat ini terus melakukan penyelidikan secara menyeluruh untuk mengungkap fakta kejadian. Menurutnya, klub memiliki tanggung jawab moral untuk menanamkan dan menjaga budaya sportif di dalam maupun di luar stadion. Ia juga berharap insiden ini berdiri sebagai kejadian terisolasi dan tidak terulang di masa depan. Marotta menegaskan Inter sepenuhnya mendukung proses hukum yang berjalan serta siap bekerja sama dengan otoritas demi menjaga keselamatan dan integritas kompetisi.
Pelaku Diidentifikasi dan Terancam Sanksi Berat
Media Italia melaporkan bahwa aparat telah mengidentifikasi pelaku insiden tersebut. La Gazzetta dello Sport dan Corriere della Sera mengungkapkan bahwa pelaku mendatangi rumah sakit di Cremona untuk menjalani perawatan medis. Ledakan flare yang ia lemparkan melukai tiga jarinya secara serius. Berdasarkan temuan tersebut, aparat penegak hukum bersiap melakukan penangkapan. Selain menghadapi proses pidana, pelaku juga terancam sanksi tambahan berupa larangan memasuki stadion dalam jangka panjang. Otoritas sepak bola Italia menilai tindakan tersebut sebagai pelanggaran serius terhadap keselamatan pertandingan. Hingga kini, aparat terus melanjutkan penyelidikan untuk melengkapi bukti dan memastikan proses hukum berjalan sesuai prosedur.
Potensi Larangan Tandang bagi Fans Inter
Insiden ini berpotensi memicu dampak yang lebih luas terhadap jalannya kompetisi. Otoritas sepak bola bersama lembaga pengawas dapat menjatuhkan sanksi kolektif apabila investigasi membuktikan adanya pelanggaran serius. Pihak berwenang masih menunggu hasil akhir investigasi sebelum mengambil keputusan. Penyelenggara dan klub kini memprioritaskan keamanan pertandingan sebagai perhatian utama. Peristiwa ini kembali menegaskan pentingnya pengawasan ketat di stadion oleh aparat keamanan dan panitia pelaksana.
Simak Berita menarik Lain



