Global Sport News – Ketua Umum PSSI, Erick Thohir, meminta masyarakat Indonesia berhenti menghujat pelatih dan pemain Timnas Indonesia. Ia menegaskan bahwa publik seharusnya mengarahkan kritik kepadanya sebagai pemimpin federasi, bukan kepada skuad yang sedang berjuang di lapangan. Erick menyampaikan pernyataan ini setelah pengundian babak keempat Kualifikasi Piala Dunia 2026 zona Asia. Ia memahami bahwa reaksi masyarakat terhadap hasil drawing grup beragam, mulai dari pesimis hingga optimis. Namun, ia menekankan pentingnya menjaga semangat dan solidaritas bagi para pemain dan pelatih.
Kritik Keras kepada Timnas Bisa Rusak Mental Pemain
Erick kemudian menyoroti fenomena kritik keras, terutama dari media sosial, yang kerap kali menghantam para pemain dan pelatih bahkan sebelum mereka bekerja. Ia menilai bahwa kondisi seperti ini dapat berdampak buruk terhadap motivasi dan performa tim di berbagai kelompok usia. Sebagai contoh, ia menyebutkan bahwa Timnas U-23 sedang bermain namun tetap mendapat hujatan, begitu pula dengan U-17 dan timnas putri. “Ini tidak sehat,” tegas Erick. Di sisi lain, ia menyampaikan rasa hormat dan terima kasih kepada para suporter sejati yang tetap hadir langsung ke stadion dan mendukung tim dalam kondisi apa pun.
Pelatih Baru Harus Diberi Kesempatan Bekerja
Pernyataan Erick juga menyentil perlakuan terhadap pelatih baru, seperti Patrick Kluivert, yang telah mendapatkan komentar negatif bahkan sebelum menjalani laga perdana. Erick menilai hal ini tidak adil dan bisa mengganggu proses adaptasi dan kerja sama dalam skuad Garuda. “Pelatih belum bekerja sudah dihujat. Padahal kita harus berikan waktu dan ruang untuk membangun tim,” jelasnya. Ia meminta publik bersabar dan menilai pelatih berdasarkan kinerja nyata, bukan asumsi awal.
Erick Siap Dikritik, Asal Timnas Dijaga
Erick siap menerima kritik dari publik secara terbuka. Sebagai Ketua Umum PSSI, ia menyadari bahwa posisi tersebut rentan terhadap sorotan dan telah terbiasa menghadapi tekanan. Namun, ia meminta masyarakat untuk tidak mengarahkan kritik kepada para pemain yang masih dalam tahap perkembangan. Erick menegaskan, “Saya mohon, saya dihujat tidak apa-apa. Tapi timnas mohon didukung, dengan segala dinamika prestasinya.” Dengan pernyataan ini, ia menegaskan komitmennya untuk melindungi para pemain dan menjaga stabilitas tim nasional.
Harapan Erick Thohir: Suporter Jadi Pilar Kemajuan Sepak Bola
Erick menutup pernyataannya dengan mengapresiasi suporter sejati yang mendukung langsung di stadion, bukan hanya bersuara di media sosial. Selain itu, ia mendorong masyarakat untuk menyampaikan kritik secara konstruktif agar tidak meruntuhkan semangat para pemain yang sedang berjuang membawa nama bangsa. Mengingat padatnya jadwal kompetisi di berbagai kelompok umur, Erick mengajak semua pihak untuk menjaga semangat nasionalisme dan kebersamaan. “Timnas adalah milik kita bersama. Oleh karena itu, mari jaga, bukan pecah,” tegasnya.
Simak Berita menarik Lain



