Global Sport News – Como 1907 kembali menunjukkan performa impresif pada pekan ke-16 Liga Italia musim ini. Bertandang ke Stadion Via del Mare, markas Lecce, Sabtu malam WIB, Como berhasil meraih kemenangan telak dengan skor 3-0. Hasil ini memperpanjang tren positif Como sekaligus mempertegas ambisi mereka bersaing di papan atas klasemen.
Kemenangan tandang tersebut menjadi bukti bahwa Como tidak sekadar tim kejutan. Mereka tampil disiplin, efektif, dan mampu memanfaatkan peluang dengan baik. Lecce yang bermain di hadapan pendukung sendiri justru kesulitan mengimbangi permainan rapi tim tamu sepanjang pertandingan.
Posisi Klasemen Makin Dekat ke Zona Liga Champions
Tambahan tiga poin dari laga ini membawa Como 1907 naik ke posisi enam klasemen sementara Liga Italia dengan koleksi 27 poin. Mereka kini hanya terpaut tiga angka dari AS Roma yang berada di posisi empat atau batas akhir zona Liga Champions. Jarak poin yang relatif tipis tersebut membuka peluang besar bagi Como untuk terus menekan tim-tim besar di atasnya. Konsistensi menjadi kunci jika Como ingin menjaga momentum hingga paruh kedua musim. Dengan performa yang stabil, peluang finis di zona Eropa bukan lagi sekadar mimpi.
Di sisi lain, Lecce harus menerima kenyataan pahit. Kekalahan ini membuat mereka tertahan di posisi ke-16 dengan 16 poin. Dari 16 pertandingan yang sudah dijalani, Lecce tercatat telah menelan delapan kekalahan. Situasi ini tentu menjadi sinyal bahaya karena jarak dengan zona degradasi masih cukup dekat.
Gol Pembuka Nico Paz Jadi Titik Balik Laga
Como membuka keunggulan pada menit ke-20 melalui gol Nico Paz. Gol ini berawal dari sepakan jarak jauh yang dilepaskan gelandang muda tersebut. Bola sempat membentur pemain Lecce sebelum akhirnya berubah arah dan masuk ke gawang, membuat kiper tuan rumah tidak mampu berbuat banyak.
Gol pembuka ini menjadi titik balik jalannya pertandingan. Setelah unggul, Como bermain lebih tenang dan mampu mengontrol tempo permainan. Lecce berusaha merespons dengan meningkatkan intensitas serangan, tetapi solidnya lini belakang Como membuat upaya mereka kerap terhenti sebelum memasuki area berbahaya. Keunggulan satu gol di babak pertama memberi kepercayaan diri lebih bagi Como untuk mengembangkan permainan pada babak kedua.
Skema Bola Mati dan Serangan Cepat Jadi Senjata Como
Memasuki babak kedua, Como tampil semakin efektif. Gol kedua tercipta pada menit ke-66 melalui skema tendangan bebas. Bola hasil sundulan Vojovoda berhasil diteruskan oleh Jacobo Ramon ke dalam gawang Lecce. Gol ini menunjukkan keunggulan Como dalam memanfaatkan situasi bola mati.
Setelah unggul dua gol, Como terus menekan tanpa mengendurkan serangan. Tim ini bermain agresif dan memanfaatkan celah di lini belakang Lecce. Pada menit ke-75, Como mencetak gol ketiga. Nico Paz kembali berperan dengan mengirim umpan terobosan yang Anastasios Douvikas maksimalkan menjadi gol. Skor 3-0 membuat Como semakin leluasa mengendalikan pertandingan hingga wasit meniup peluit panjang.
Lecce Gagal Manfaatkan Peluang yang Ada
Meski kalah telak, Lecce sebenarnya tidak tampil sepenuhnya buruk. Berdasarkan catatan statistik, tim ini melepaskan total 12 tembakan sepanjang pertandingan. Namun, Lecce hanya mengarahkan tiga tembakan tepat ke gawang. Masalah utama Lecce muncul pada efektivitas penyelesaian akhir. Para pemain gagal memaksimalkan beberapa peluang emas menjadi gol. Selain itu, mereka kerap menyelesaikan serangan secara terburu-buru, sehingga lini pertahanan Como yang tampil disiplin dengan mudah mematahkannya.
Kekalahan ini menjadi bahan evaluasi penting bagi Lecce untuk laga-laga berikutnya. Sementara bagi Como 1907, kemenangan 3-0 ini semakin menegaskan status mereka sebagai salah satu tim paling konsisten di Liga Italia musim ini dan patut diperhitungkan dalam persaingan papan atas.
Simak Berita menarik Lain
- Customer Support Ubisoft Diduga Terima Suap Bocorkan Data
- NVIDIA Terapkan Batas Main 100 Jam di GeForce Now
- Atlet Tenis Peraih Emas SEA Games Diganjar Bonus Rp700 Juta



