Global Sport News – Carlo Ancelotti mengungkapkan bahwa ia sempat menerima tawaran untuk menangani tim nasional Italia. Namun, pelatih asal Italia itu memilih menolak kesempatan tersebut karena ingin melanjutkan proyek jangka panjang bersama tim nasional Brasil.
Ancelotti menyampaikan pernyataan tersebut dalam wawancara bersama ESPN. Ia menegaskan bahwa komitmennya kepada Brazilian Football Confederation (CBF), bukan persoalan kontrak maupun faktor finansial, yang mendorongnya mengambil keputusan tersebut.
Ancelotti juga mengaku memikul tanggung jawab terhadap federasi dan masyarakat Brasil yang telah memberikan kepercayaan kepadanya sejak pertama kali menunjuknya sebagai pelatih.
Keputusan tersebut sekaligus memastikan Ancelotti tetap fokus mempersiapkan Brasil menghadapi berbagai turnamen internasional dalam beberapa tahun ke depan.
Ancelotti Pilih Menepati Komitmen Bersama Brasil
Dalam wawancara tersebut, Ancelotti menjelaskan alasan utama di balik penolakannya terhadap tawaran dari Federasi Sepak Bola Italia.
“Saya memiliki komitmen kepada CBF dan negara ini. Saya ingin tetap berada di sini karena merasa itu adalah keputusan yang benar. Juga sudah menyampaikan terima kasih kepada Federasi Sepak Bola Italia atas kepercayaannya,” ujar Ancelotti kepada ESPN.
Pernyataan tersebut menegaskan bahwa Ancelotti menjadikan hubungan yang telah ia bangun bersama CBF sebagai prioritas utama. Ia memilih menghormati kesepakatan dengan Brasil daripada menerima tantangan baru bersama negara asalnya.
Sikap tersebut juga menunjukkan komitmen Ancelotti untuk menyelesaikan proyek yang sedang ia jalankan bersama Selecao sebelum mempertimbangkan peluang lain pada masa mendatang.
Italia Sempat Mencari Pengganti Pelatih Timnas
Sebelumnya, mantan direktur teknik Italia, Paolo Maldini, mengungkapkan bahwa dirinya sempat menghubungi Ancelotti untuk menangani Gli Azzurri.
Upaya tersebut dilakukan setelah Italia kembali gagal lolos ke putaran final Piala Dunia untuk ketiga kalinya secara beruntun. Federasi Sepak Bola Italia berupaya mencari sosok berpengalaman yang mampu membangun kembali kekuatan tim nasional.
Hubungan dekat antara Maldini dan Ancelotti menjadi salah satu alasan munculnya pendekatan tersebut. Keduanya pernah bermain bersama di AC Milan sebelum kembali bekerja sama ketika Ancelotti melatih klub tersebut pada periode 2001 hingga 2009.
Namun, setelah Ancelotti menolak tawaran itu, Italia harus mencari alternatif lain untuk mengisi kursi pelatih kepala.
FIGC Gagal Mendapat Guardiola dan Kembali Tunjuk Mancini
Setelah gagal mendapatkan Ancelotti, Federasi Sepak Bola Italia atau FIGC juga dikabarkan mencoba mendekati Pep Guardiola. Namun, upaya tersebut tidak membuahkan hasil.
FIGC kemudian disebut sempat mempertimbangkan Andrea Pirlo sebagai kandidat pelatih berikutnya. Akan tetapi, rencana tersebut batal terlaksana karena persoalan politik yang berkaitan dengan kerja sama sponsor bersama perusahaan taruhan asal Rusia.
Pada akhirnya, FIGC kembali menunjuk Roberto Mancini sebagai pelatih tim nasional Italia. Mancini resmi menjalani periode keduanya bersama Gli Azzurri setelah federasi memutuskan mempercayakan kembali posisi tersebut kepadanya.
Langkah itu mengakhiri proses pencarian pelatih yang sempat melibatkan beberapa nama besar sepak bola Eropa.
Ancelotti Fokus Membangun Brasil Menuju Piala Dunia 2030
Carlo Ancelotti memperpanjang kontraknya bersama CBF pada Mei lalu hingga Piala Dunia 2030. Ia mulai menangani tim nasional Brasil setelah mengakhiri masa baktinya bersama Real Madrid CF.
Meski Brasil harus mengakhiri perjalanannya di Piala Dunia setelah tersingkir pada babak 16 besar, Ancelotti menegaskan bahwa ia masih memiliki target besar yang ingin dicapai bersama Selecao.
Menurut Ancelotti, hasil tersebut memang mengecewakan, tetapi Brasil tetap memiliki banyak pemain muda berbakat yang dapat menjadi fondasi untuk membangun tim yang lebih kompetitif pada masa mendatang.
Sebagai bagian dari proyek jangka panjang, Ancelotti juga mengisyaratkan akan melakukan regenerasi skuad. Ia berpeluang menggantikan sejumlah pemain senior dengan talenta muda yang dinilai mampu membawa Brasil kembali bersaing di level tertinggi sepak bola dunia. Dengan komitmen yang telah ia perpanjang hingga 2030, Ancelotti kini memusatkan fokusnya untuk membangun tim yang lebih kuat dan mempersiapkan Brasil menghadapi berbagai tantangan di turnamen internasional berikutnya.
Simak Berita menarik Lain



