Global Sport News – Asosiasi Sepak Bola China (CFA) secara resmi memberhentikan Branko Ivankovic dari jabatan pelatih Timnas China pada Jumat, 27 Juni 2025. CFA mengumumkan pemecatan tersebut setelah tim meraih hasil mengecewakan dalam babak kualifikasi Piala Dunia 2026. Ivankovic gagal membawa China ke putaran final karena tim hanya mampu finis di posisi kelima.
Kegagalan Ivankovic Bawa China Lolos ke Piala Dunia 2026
Selama masa kepelatihan sejak Februari 2024, Ivankovic memimpin Timnas China dalam 14 pertandingan. Hasilnya, China meraih empat kemenangan dan menelan delapan kekalahan, termasuk kekalahan krusial dari Indonesia pada 5 Juni 2025. Kekalahan itu memastikan China gagal melaju ke Piala Dunia 2026 dan hanya mengumpulkan sembilan poin, jauh di bawah harapan. Selain itu, performa inkonsisten dan lemahnya lini pertahanan sering menjadi sorotan pengamat. Banyak pihak menilai strategi dan taktik Ivankovic belum berhasil mengoptimalkan potensi pemain, yang berdampak pada hasil negatif tersebut. Tekanan dari media dan fans semakin meningkat sepanjang kualifikasi berlangsung.
Reaksi Resmi Asosiasi Sepak Bola China atas Pemecatan Ivankovic
Dalam pernyataan resminya, CFA menyampaikan terima kasih atas dedikasi Ivankovic dan timnya selama menangani Timnas China. “Kami menghargai kontribusi mereka terhadap perkembangan sepak bola nasional,” ujar CFA, dikutip dari Reuters. CFA juga mendoakan kesuksesan Ivankovic dalam karier dan kehidupan selanjutnya, menandai perpisahan yang profesional dan penuh penghormatan. Meskipun hasil di lapangan tidak sesuai harapan, CFA menilai Ivankovic telah memberikan usaha maksimal dalam proses pembinaan tim. Mereka juga mengapresiasi pendekatan profesional Ivankovic dalam menghadapi berbagai tantangan selama masa jabatannya. CFA berjanji akan segera mencari pelatih baru yang mampu membawa Timnas China meraih hasil lebih baik ke depan.
Perjalanan Karier Branko Ivankovic Sebelum dan Selama di China
Sebelum menangani China, Ivankovic dikenal sebagai pelatih berpengalaman dengan prestasi di klub-klub Asia dan Eropa. Ia pernah membawa klub-klub seperti Persepolis di Iran meraih gelar juara dan sukses memperbaiki performa tim. Namun, di China, ia menghadapi tantangan besar membangun tim yang kompetitif dalam waktu singkat, dengan tekanan tinggi dari federasi dan publik. Kegagalan lolos ke Piala Dunia menyoroti kendala yang ada, seperti kurangnya regenerasi pemain muda dan ketatnya persaingan di zona Asia. Tekanan ini semakin berat mengingat ambisi China untuk menjadi kekuatan besar di sepak bola dunia dalam waktu dekat.
Masa Depan Timnas China Pasca Ivankovic dan Tantangan Mendatang
Pemecatan Ivankovic memicu CFA untuk segera mencari pelatih baru yang mampu mengangkat performa Timnas China. CFA menghadapi tugas besar membangun strategi jangka panjang, mengembangkan talenta lokal, dan meningkatkan daya saing di level internasional. CFA berharap perubahan kepelatihan ini menjadi momentum kebangkitan sepak bola China yang selama ini belum menunjukkan hasil maksimal di panggung dunia.
Simak Berita menarik Lain



