Global Sport News – Presiden Prabowo Subianto memberikan angin segar bagi dunia olahraga nasional dengan menjanjikan bonus fantastis bagi atlet berprestasi di SEA Games 2025. Pemerintah menyiapkan bonus sebesar Rp 1 miliar untuk setiap atlet yang berhasil meraih medali emas. Kebijakan ini menjadi bentuk apresiasi negara atas perjuangan atlet yang mengharumkan nama Indonesia di ajang olahraga internasional.
Berbagai cabang olahraga menyambut kabar tersebut secara positif, termasuk tenis. Persatuan Tenis Seluruh Indonesia (PP Pelti) menegaskan bahwa mereka tidak hanya mengandalkan bonus dari pemerintah, tetapi juga menyiapkan insentif tambahan bagi atlet tenis yang mampu meraih emas di SEA Games 2025.
Bonus Tambahan dari Pelti untuk Atlet Tenis
Ketua Umum PP Pelti, Nurdin Halid, menegaskan bahwa federasi akan memberikan bonus khusus di luar bonus yang dijanjikan Presiden. Pelti menyiapkan total bonus sebesar Rp 700 juta dengan rincian berbeda untuk setiap nomor pertandingan.
“Selain bonus dari Bapak Presiden sebesar Rp 1 miliar untuk satu medali emas, Pelti juga memberikan bonus tambahan,” ujar Nurdin Halid saat ditemui di Jakarta, Selasa (23/12). Nurdin menjelaskan bahwa atlet peraih emas nomor tunggal putra akan menerima bonus Rp 250 juta. Pelti juga memberikan nominal yang sama kepada peraih emas tunggal putri. Sementara itu, Pelti menyiapkan bonus sebesar Rp 200 juta bagi peraih emas nomor ganda putri.
“Untuk emas tunggal putra Rp 250 juta, tunggal putri Rp 250 juta, dan emas ganda putri Rp 200 juta. Itu kemampuan Pelti, yang penting kami bisa memberikan apresiasi atas prestasi mereka,” lanjutnya. Dengan skema tersebut, atlet tenis Indonesia berpeluang membawa pulang total bonus yang sangat besar jika berhasil meraih medali emas. Jika digabungkan dengan bonus dari pemerintah, satu atlet peraih emas bisa menerima apresiasi hingga miliaran rupiah.
Strategi Jangka Panjang Menuju Asian Games 2026
Tidak berhenti pada SEA Games 2025, Pelti juga menyiapkan langkah strategis untuk meningkatkan prestasi atlet tenis dalam jangka panjang. Salah satu fokus utama federasi adalah persiapan menuju Asian Games 2026, yang memiliki level persaingan jauh lebih ketat. Nurdin Halid menyatakan bahwa Pelti akan menggelar pemusatan latihan atau training camp (TC) jangka panjang. Pelti merancang program TC tersebut untuk membangun konsistensi performa atlet dari sisi teknik, fisik, serta mental bertanding.
“Mulai Januari mendatang, kami langsung menjalankan TC selama delapan bulan bagi pemain Asian Games. Program ini membutuhkan biaya yang sangat besar,” ujar Nurdin. Melalui TC jangka panjang ini, Pelti berharap dapat mematangkan persiapan atlet sebelum menghadapi berbagai turnamen internasional. Dengan durasi delapan bulan, Pelti ingin memastikan para atlet benar-benar siap menghadapi tekanan dan persaingan di level Asia.
Harapan Dukungan Sponsor dan Prestasi Dunia
Besarnya kebutuhan biaya untuk pembinaan atlet membuat Pelti berharap adanya dukungan dari pihak sponsor. Menurut Nurdin, keterlibatan sponsor sangat krusial untuk menjaga kesinambungan program pembinaan dan peningkatan prestasi atlet tenis Indonesia. “Tentu kami mengharapkan sponsorship untuk bisa mendorong, mendukung sehingga kita bisa berprestasi dan mengharumkan nama bangsa ke tingkat dunia,” tandasnya.
Ia menegaskan bahwa atlet tidak dapat meraih prestasi olahraga secara instan, melainkan harus menjalani perencanaan matang, pembinaan berkelanjutan, serta memperoleh dukungan finansial yang memadai. Dengan menggabungkan bonus besar, program TC jangka panjang, dan dukungan sponsor, Pelti optimistis tenis Indonesia mampu bersaing tidak hanya di Asia Tenggara, tetapi juga di tingkat Asia dan dunia. Janji bonus dari Presiden Prabowo Subianto serta komitmen Pelti diharapkan mendorong kebangkitan prestasi tenis nasional. Selain memotivasi atlet yang tengah berjuang, kebijakan ini menegaskan keseriusan pemerintah dan federasi dalam membangun olahraga Indonesia secara berkelanjutan.
Simak Berita menarik Lain



