Global Sport News – Pelatih tim nasional Indonesia, Patrick Kluivert, telah merilis daftar 27 pemain yang dipanggil untuk laga FIFA Matchday. Timnas akan menghadapi Kuwait pada 5 September dan Lebanon pada 8 September 2025. Kedua pertandingan akan digelar di Stadion Gelora Bung Tomo, Surabaya.
Namun, dari daftar tersebut, dua nama yang cukup dikenal publik, Pratama Arhan dan Asnawi Mangkualam, tidak disertakan. Padahal, keduanya merupakan langganan tim utama di era kepelatihan sebelumnya.
Arhan dan Asnawi Dicoret Meski Punya Catatan Impresif
Pratama Arhan dan Asnawi Mangkualam terakhir kali tampil untuk timnas pada 21 Desember 2024, saat Indonesia berlaga di ajang Piala AFF. Saat itu, tim masih dipimpin oleh Shin Tae-yong.
Meski sempat kembali dipanggil dalam beberapa agenda bersama Patrick Kluivert, keduanya tak pernah diturunkan dalam pertandingan. Kini, keduanya bahkan tidak masuk dalam skuad untuk FIFA Matchday September 2025. Asnawi, yang bermain untuk Port FC di Liga Thailand, sudah mencatatkan 48 penampilan, dua gol, dan tujuh assist bersama timnas. Sementara Arhan, yang kini memperkuat Bangkok United, memiliki 50 caps, tiga gol, dan sembilan assist.
Strategi Baru Kluivert Ubah Komposisi Lini Sayap
Kluivert kemungkinan sengaja tidak memanggil Arhan dan Asnawi sebagai bagian dari strategi barunya. Pelatih asal Belanda itu ingin menyegarkan lini sayap dengan pemain-pemain baru yang lebih cocok dengan skema permainannya.
PSSI menyebut bahwa Kluivert tengah membangun gaya bermain yang menekankan pressing tinggi, pergerakan cepat, dan transisi dinamis. Ia mulai mempercayakan peran penting di sektor sayap kepada pemain muda seperti Witan Sulaeman dan Ivan Jenner. Melalui langkah ini, Kluivert menunjukkan bahwa ia memilih pemain berdasarkan kecocokan taktik, bukan sekadar pengalaman atau popularitas.
Kluivert Fokus pada Regenerasi dan Adaptasi Filosofi Baru
Sejak menjabat sebagai pelatih kepala, Kluivert langsung menyatakan tekadnya untuk mengubah total gaya bermain timnas. Ia fokus membangun regenerasi skuad, menerapkan taktik yang lebih efisien, dan mengadopsi gaya bermain modern khas Eropa.
Dalam berbagai pernyataan resmi, Kluivert menekankan bahwa ia mencari pemain yang cepat beradaptasi dan memahami sistem permainan yang ia terapkan. Ia juga menegaskan bahwa semua pemain memiliki peluang yang sama, asalkan mereka mampu memenuhi standar permainan yang ia tetapkan. “Saya memilih pemain berdasarkan kontribusinya terhadap sistem yang sedang kami bangun, bukan karena nama besarnya,” ujar Kluivert dalam konferensi pers bulan lalu.
Peluang Kembali Terbuka, Tapi Persaingan Semakin Ketat
Meski tidak dipanggil kali ini, peluang bagi Pratama Arhan dan Asnawi Mangkualam untuk kembali ke timnas masih terbuka. Namun, dengan munculnya banyak talenta muda dan meningkatnya intensitas persaingan, keduanya harus membuktikan performa optimal di level klub.
Penampilan konsisten di kompetisi Thailand akan sangat menentukan apakah mereka masih relevan dalam proyek jangka panjang Kluivert. Apalagi, FIFA Matchday ini menjadi persiapan awal menuju agenda penting seperti Kualifikasi Piala Asia 2027 dan Piala Dunia 2030. Bagi Kluivert, laga melawan Kuwait dan Lebanon adalah momentum untuk menyempurnakan komposisi tim serta menguji kemampuan para pemain baru dalam menghadapi tekanan internasional.
Simak Berita menarik Lain



